MAKALAH
PEMANFAATAN
TEKNOLOGI
INFORMASI
DALAM
BIDANG PERBANKAN (e-Banking)
Oleh
:
Erwin
Parada Sianipar (1515003)
Khalid
Maruf (1515011)
Dionisius
(1515021)
JURUSAN
TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM
STUDI DIPLOMA IV
POLITEKNIK
KATOLIK SAINT PAUL
PAPUA
BARAT
2016
PENDAHULUAAN
A. Latar Belakang
Di era
globalisasi ini kehidupan manusia tidak dapat terlepas dari arus komunikasi
informasi yang telah menjelma menjadi suatu kekuatan tersendiri dalam
persaingan global yang semakin kompetitif. Kehadiran internet sebagai sebuah
fenomena kemajuan teknologi menyebabkan terjadinya percepatan globalisasi
dan lompatan besar bagi penyebaraninformasi dan komunikasi di seluruh dunia.
Peran teknologi dalam dunia perbankan sangatlah mutlak, dimana kemajuan suatu
sistem perbankan sudah tentu ditopang oleh peran teknologiinformasi. Semakin
berkembang dan kompleksnya fasilitas yang diterapkan perbankan untuk memudahkan
pelayanan, itu berarti beragam dan kompleks adopsi teknologi yang dimiliki oleh
suatu bank. Tidak dapat dipungkiri dalam setiap bidag termasuk perbankan
penerapan teknologi bertujuan selain untuk memudahkan operasional internal
perusahaan, juga bertujuan untuk semakin memudahkan pelayanan terhadap customers.
Apalagi untuk saat ini,khususnya dalam dunia perbankan hampir semua produk yang
ditawarkan kepada customers. Serupa , sehingga persaingan yang terjadi dalam
dunia perbankan adalah bagaimana memberikan produk yang serba mudah dan srba
cepat. Kegunaan computer di bidang perbankan untuk menghasilkan informasi bagi
pihak manajemen bank sendiri dan juga untuk meningkatkan pelayanan kepada pihak
nasaah bank. Pada bidang perbankan, salah satu penerapan teknologi dan
informasi adalah E-banking (perbankan elektronik).
B. Tujuan
- Untuk memberi informasi lebih dalam mengenai e-banking
- Untuk mengetahuai manfaat TI dalam bidang perBankan (e-banking)
- Untuk lebih mengenal jenis-jenis aplikasi yang digunakan dalam bidang perBankan
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
E-banking
pemanfaatan teknologi internet, sebagai media untuk melakukan transaksi yang
berhubungan dengan transaksi perbankan. Kegiatan ini menggunakan jaringan
internet sebagai media penghubung antara nasabah dan pihak bank yang bertujuan
untuk menggantikan peran manusia dalam pelayan nasabah E-banking meliputi
sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk
mengakses rekening melakukan transaksi bisnis atau mendapatkan informasi produk
dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik termasuk internet. Nasabah
dapat mengakses e-banking mealui piranti elektronik seperti computer, PDA, ATM
atau telepon.
B. Pemanfaatan TI dalam Bidang
PerBankan
Saat ini online banking
sudah sangat marak penggunaanya. Internet banking bukan hanya menguntungkan
pihak pelanggan pengguna jasa bank namun juga menguntungkan bagi bank itu
sendiri. Dengan Internet banking yang marak penggunaanya saat ini, sekarang
nasabah bank tidak perlu untuk datang ke bank untuk mengambil tabungan,
menabung, atau sekedar mengecek saldo mereka. Berbagai kemudahan yang
ditawarkan online banking sekarang ini sudah dapat di manfaatkan oleh sebagian
besar nasabah, karena saat ini Teknologi Informasi (TI) sudah dapat dinikmati
oleh sebagian besar masyarakat baik golongan masyarakat kelas atas hingga
golongan masyarakat golongan bawah. Selain kelebihan-kelebihan diatas yang
ditawarkan oleh Internet banking, kelebihan lainnya yaitu misalnya mentransfer
uang ke rekening lain dengan Internet banking, membayar tagihan listrik,
membayar tagihan air, bahkan membeli pulsa secara Internet dari Internet
banking. Bahkan dewasa ini jual/beli barang/jasa dapat dilakukan secara online.
Pelanggan dapat membeli sesuatu hanya dengan mengakses internet dan menggunakan
Internet banking dari bank masing-masing.
Internet banking sekarang juga menawarkan
kartu kredit online, pinjaman personal, dan akun tabungan. Dan semua itu
dilakukan secara online. Selain nasabah pihak bank sendiri juga diuntungkan.
Bank akan lebih praktis dalam melayani nasabah dalam melakukan transaksi karena
jika nasabah melakukan transaksi denan menggunakan fasilitas online banking
maka teller bank tidak perlu melayani nasabah secara manual. sehingga ini akan
memudahkan teller karena jumlah nasabah yang dating langsung ke bank akan
berkurang dan ini akan membuat bank mendapatkan keuntungan yang lebih .
sehingga kesimpulannya semakin banyak nasabah yang menggunakan online banking
maka keuntungan yang di dapat bank akan semakin bertambah besar. Pada akhirnya,
jika bank mendapat keuntungan maka bisa saja bank menawarkan tingkat suku bunga
yang lebih tinggi sehingga kembali dapat menguntungkan pelanggan.
Menilai dari popularitas
yang sekarang, online banking akan terus popular dan digunakan di masa yang
akan datang. Individual dan pelaku bisnis yang sebelumnya menolak untuk
mengadopsi online banking sebagai alat komersial, sekarang tidak akan mempunyai
banyak pilihan lagi. Kecepatan sistem online dalam melakukan transaksi akan
mengalahkan metode tradisional sepenuhnya. Bagaimanapun juga, perkembangan dari
online banking akan tergantung dari seberapa user-friendlynya fasilitas yang
ada, penambahan fasilitas yang baru yang akan ditambahkan dan bagaimana konsep
dari online banking dikemas sedemikian rupa untuk digunakan secara umum.
PEMBAHASAN
A.
Peran
TI pada Bidang PerBankan
Peran teknologi dalam dunia perbankan sangatlah
mutlak, dimana kemajuan suatu sistem perbankan sudah barang tentu ditopang oleh
peran teknologi informasi. Semakin berkembang dan kompleksnya fasilitas yang
diterapkan perbankan untuk memudahkan pelayanan, itu berarti semakin beragam
dan kompleks adopsi teknologi yang dimiliki oleh suatu bank. Tidak dapat
dipungkiri, dalam setiap bidang termasuk perbankan penerapan teknologi
bertujuan selain untuk memudahkan operasional internal perusahaan, juga
bertujuan untuk semakin memudahkan pelayanan terhadap customers. Apalagi untuk
saat ini, khususnya dalam dunia perbankan sistem semua produk yang ditawarkan
kepada customers serupa, sehingga persaingan yang terjadi dalam dunia perbankan
adalah bagaimana memberikan produk yang serba mudah dan serba cepat.
Salah satu bank yang paling mutakhir dengan teknologi
hi-end nya adalah BCA, dimana dengan asset teknologi mutakhir yang dimilikinya
BCA mampu menjadi leader dalam hal pelayanan e-banking. Dengan jumlah ATM
terbesar yang dimilikinya, fasilitas internet banking,dll. Padahal ukuran
kecanggihan sebuah teknologi perbankan tidak hanya dilihat dari coverage
ATM-nya semata, tapi seharusnya dilihat pada data centernya, khususnya di
aplikasi core bankingnya.
Memang kendala yang dihadapi oleh dunia perbankan
adalah kompleks dan mahalnya teknologi informasi, karena sebagian besar
teknologi ini masih disuplay oleh vendor-vendor luar negeri. Tetapi kita lihat
sekarang, banyak vendor – vendor pribumi yang berani bersaing dalam teknologi
informasi ini. Jadi kenapa kita tidak memakai vendor-vendor pribumi untuk
menanamkan teknologi informasi tersebut dalam dunia perbankan. Hal ini manjadi
tuntutan bagi perbankan karena mau tidak mau suatu korporasi yang mempunyai
ruang lingkup kerja yang luas ditambah dengan operasional-operasional yang
sangat banyak harus ditunjang dengan suatu teknologi untuk memudahkan,
mengefisienkan dan mengefektifkan kinerja tersebut. Apalagi dalam dunia
perbankan dibutuhkan suatu informasi yang up to date bagi
pihak manajemen menengah ke atas untuk memprediksikan langkah bisnis yang akan
diambil sehingga berbagai kendala yang mungkin muncul dapat teratasi.
Sebagai contoh, dibangunnya suatu sistem informasi
Biro Kredit Nasional oleh Bank Indonesia, hal itu dilakukan tidak lain adalah
untuk mengantisipasi resiko kredit yang mungkin muncul apabila salah seorang
debitur mengajukan pinjaman di salah satu bank padahal pinjaman di bank lain
belum lunas. Hal ini dibutuhkan kesinergian dan up to date-nya
informasi antar bank sehingga hal tersebut dapat terhindarkan.
Operasional yang real time antar
bank juga telah menjadi tuntutan bagi dunia perbankan, karena hal ini menjadi
salah satu materi bagi pelayanan yang berkompetisi dalam memasarkan produk
perbankan. Pengiriman uang transfer antar bank, outlet-outlet otomasi (ATM),
hal ini menjadi patokan penilaian bagi para nasabah umumnya dalam melakukan
transaksi dalam segi pelayanan. Jadi memang mau tidak mau bisnis perbankan
harus ditunjang keefisienan operasional jika ingin bersaing di dalam dunianya,
dan hal ini harus ditunjang dengan suatu sistem yang terintegrasi yang termuat
dalam suatu teknologi informasi.
B. Jenis-jenis Aplikasi
TI dalam Bidang PerBankan
Dalam
dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya
transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking.
Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain
transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan
informasi rekening.
ATM
Automated Teller Machine
atau Anjungan Tunai Mandiri, ini adalah saluran e-Banking paling populer yang
kita kenal. Setiap kita pasti mempunyai kartu ATM dan menggunakan fasilitas
ATM. Fitur tradisional ATM adalah untuk mengetahui informasi saldo dan
melakukan penarikan tunai. Dalam perkembangannya, fitur semakin bertambah yang
memungkinkan untuk melakukan pemindah bukuan antar rekening, pembayaran (a.l.
kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan
yang terkini transfer ke bank lain (dalam satu switching jaringan ATM). Selain
bertransaksi melalui mesin ATM, kartu ATM dapat pula digunakan untuk berbelanja
di tempat perbelanjaan, berfungsi sebagai kartu debit. Bila kita mengenal ATM
sebagai mesin untuk mengambil uang, belakangan muncul pula ATM yang dapat menerima
setoran uang, yang dikenal pula sebagai Cash Deposit Machine/CDM. Layaklah bila
ATM disebut sebagai mesin sejuta umat dan segala bisa, karena ragam fitur dan
kemudahan penggunaannya.
~
Phone Banking
Ini adalah saluran yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi
dengan bank via telepon. Pada awalnya lazim diakses melalui telepon rumah,
namun seiring dengan makin populernya telepon genggam/HP, maka tersedia pula
nomor akses khusus via HP bertarif panggilan flat dari manapun nasabah berada.
Pada awalnya, layanan Phone Banking hanya bersifat informasi yaitu untuk
informasi jasa/produk bank dan informasi saldo rekening serta dilayani oleh
Customer Service Operator/CSO.
Namun profilnya kemudian
berkembang untuk transaksi pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l.
kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l. voucher dan tiket), dan
transfer ke bank lain; serta dilayani oleh Interactive Voice Response (IVR).
Fasilitas ini boleh dibilang lebih praktis ketimbang ATM untuk transaksi non
tunai, karena cukup menggunakan telepon/HP di manapun kita berada, kita bisa
melakukan berbagai transaksi, termasuk transfer ke bank lain.
~
Internet Banking
Ini termasuk saluran teranyar e-Banking yang memungkinkan nasabah
melakukan transaksi via internet dengan menggunakan komputer/PC atau PDA. Fitur
transaksi yang dapat dilakukan sama dengan Phone Banking yaitu informasi
jasa/produk bank, informasi saldo rekening, transaksi pemindahbukuan antar
rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), pembelian (a.l.
voucher dan tiket), dan transfer ke bank lain. Kelebihan dari saluran ini
adalah kenyamanan bertransaksi dengan tampilan menu dan informasi secara
lengkap tertampang di layar komputer/PC atau PDA.
~
SMS/m-Banking
Saluran ini pada dasarnya evolusi lebih lanjut dari Phone Banking, yang
memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS. Fitur
transaksi yang dapat dilakukan yaitu informasi saldo rekening, pemindahbukuan
antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), dan
pembelian voucher. Untuk transaksi lainnya pada dasarnya dapat pula dilakukan,
namun tergantung pada akses yang dapat diberikan bank. Saluran ini sebenarnya
termasuk praktis namun dalam prakteknya agak merepotkan karena nasabah harus
menghapal kode-kode transaksi dalam pengetikan sms, kecuali pada bank yang
melakukan kerjasama dengan operator seluler, menyediakan akses banking menu -
Sim Tool Kit (STK) pada simcardnya.
Di balik kemudahan e-Banking tersimpan
pula resiko, untuk itu diperlukan pengaman yang baik. Lazimnya untuk ATM,
nasabah diberikan kartu ATM dan kode rahasia pribadi (PIN); sedangkan untuk
Phone Banking, Internet Banking, dan SMS/m-Banking, nasabah diberikan kode
pengenal (userid) dan PIN. Sebagai pengaman tambahan untuk internet banking,
pada bank tertentu diberikan piranti tambahan untuk mengeluarkan PIN
acak/random. Sedangkan untuk SMS Banking, nasabah diminta untuk meregistrasikan
nomor HP yang digunakan.
Dengan beragamnya kemudahan transaksi via e-Banking, kini pilihan ada di tangan kita untuk memanfaatkannya atau tidak.
Dengan beragamnya kemudahan transaksi via e-Banking, kini pilihan ada di tangan kita untuk memanfaatkannya atau tidak.
PENUTUP
A. Kesimpulan
E-banking
merupakan kemajuan teknologi yang sangat berguna bagi para konsumen karena hal
ini dapat mempermudah kita dalam melakukan transaksi dalam hal transfer uang, pengecekan saldo,
pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening pada waktu kapan saja dan dimana saja.
B.
Saran
Bijaklah
dalam menggunakan teknologi yang bersifat e-banking, kerena dalam kemajuan
teknologi sekarang sudah banyak pula para pelaku kejahatan yang merugikan
beberapa konseumen. Maka dari itu berhati-hatilah dalam hal bertransaksi uang
melalui via internet.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar